Welcome

Welcome to the Jungle !!!!!!!!

Begitulah kalimat yang selalu ditujukan kepada saya setiap kali bergabung di tim Hotel.

Perkenalkan nama saya Hengky, lulusan Marketing Communication salah satu kampus swasta di Jakarta Barat. Saat ini bekerja di salah satu hotel berbintang di Thamrin, Jakarta. Melalui blog ini saya pengen sharing asem, manis, asem dan pahitnya sebagai seorang hotelier pengalaman traveling yang sudah mendarah daging semenjak kenal adanya pesawat budget.

Monggo ,…….

Semester yang paling awesome tinggal 2 minggu lagi, sisa libur akhir semester tinggal seminggu lagi. Pada pertemuan minggu pertama semua mahasiswa Marcomm sudah wajib punya tempat magang dan sambil skripsi. Semenjak bulan Desember 2012 tidur ga senyenyak biasanya, mimpinya tiap malem adalah mikirin nyari tempat magang yang cocok dan syukur-syukur dikasih gaji. Akhirnya pilihan saya bulat pengen banget magang di Hotel karena kecuci otaknya bisa makan enak-enak, keliatan ganteng rapi, wangi dan ketemu pesohor-pesohor di ruangan mewah.…. Aw aw aw aw

Duutttt…………..

Dutttttt…………..

Duttttt……………

Hp saya bergetar mengalahkan getaran mikrolet yang melaju sekencang balap mobil F1.

“Halo selamat siang “

“Selamat siang, bisa bicara dengan Hengky ?”

“iya dengan saya sendiri, ada yang bisa dibantu” sahut saya sok penuh dengan keramahtamahan layaknya operator bank.

“Mas Hengky besok ada waktu datang waktu untuk interview di Hotel Grand XXXXXX”

Jedarrrrrrrrr, tanpa basa basi langsung saya iyakan untuk interview setelah dikasih tau jam dan ruangan interview.

Keesokan harinya,

Good Morning, are you Hengky ?”

Terdengar sapaan dari depan pintu HRD. Wadoh, ini kenapa HRDnya sok greeting kaya bule gini. Mampus saya gelagapan ga siap jiwa dan mental. Secara ngomong bahasa Inggris itu bagi saya asing banget.

“ Yes, I’m” sahut saya

Please take a seat, and could you introduce your self !“

“Please tell us your experiences in hospitality Industry !”

“ Why you apply in hotel rather than others company ?”

Lah, kenapa jadinya begini, kenapa saya diserang betubi-tubi pakai bahasa kaya gini diwawancara, perasaan semua temen-temen sekelas semuanya ga ada yang cerita interviewnya pake bahasa Inggris, kenapa saya dapet diskriminasi semacam ini?. Dengan agak gelagapan saya ladenin aja pertanyaan-pertanyaan dari HRD hotel dengan bahasa Inggris yang terbata-bata diselingi beberapa kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa mmmmm, uhhhhh, ahhhh , ehhhhhhhh diantara 3 kata bahasa Inggris yang terucap. Singkat kata interview dengan HRD sudah kelar. Seterusnya wawancara dengan Assistant Director of Sales and Marketing yang agak kecil ukurannnya tapi suaranya 5 oktaf dari ujung kantor Finance yang paling pojok aja kedengeran suaranya dilanjutkan dengan bahasa Inggris dicampur pake bahasa Indonesia (mungkin orangnya males liat orang yang ga total ngomong Inggris kali yah).

Tiga hari setelah selesai interview yang absurb itu kelar, tiba-tiba Hp saya dapat panggilan dari nomor hotel kemarin yang sama dan dikabarin saya diterima magang di Public Relations hotel. Yeah , akhirnya impian jadi hotelier semakin deket walaupun statusnya cuma trainee dan di back office lagi yang ga ada guest contact. Tapi yang paling penting, bisa punya pengalaman jadi hotelier dan lokasinya hotelnya dari loteng rumah aja langsung keliatan fasadnya deket banget ama rumah dan ga jauh dari kampus juga.

Pertualangan saya sebagai hotelier dan sebagai traveller akan berlanjut dan bakalan banyak nano-nano yang bakalan menjadi the most memorable experience ever in my life.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s