Tamu Hotel Favorit

Kerja di Hotel dan menjadi frontliner adalah salah satu kerjaan yang paling memungkinkan bagi saya ketemu manusia-manusia dari seluruh dunia. Dari kebiasaan mereka hingga cara-cara ngomong mereka yang unik serta kebiasaan mereka yang emejing. Berikut saya urutkan tamu-tamu favorit versi saya:

  1. Tamu Pebisnis dan Turis Jepang

Memang sudah dasarnya orang Jepang punya disipilin yang maha tinggi dan sangat tau diri. Tamu Jepang adalah favorit saya selama kerja di Hotel baik Jakarta maupun di Bali. Mereka yang seramai apapun dan sepanjang apapun antri walaupun lagi buru-buru atau capek banget penerbangan jauh ke Jakarta ditambah macetnya Jakarta yang juara ga pernah nyolot ( mereka pengertian banget). Udah gitu orang Jepang memang tamu yang selalu bisa saya percaya, ada beberapa kali outlet dari Room Service dan Laundry yang salah mencatat pemakaian mereka selama menginap yang tidak ditagihkan. Tamu Jepang dengan senang hati bakalan remind kita di Front Desk buat bayar (jujur banget kan). Hal yang sama, ketika saya check out tamu Jepang untuk cek minibar, cukup tanya aja mereka make atau kagak. Kalaupun mereka pakai, mereka udah nulis sendiri item-item apa aja yang mereka pakai tanpa harus di cek lagi sama room attendant/ room service attendant.

 

  1. Turis Eropa Barat ( backpacker)

Disini konteksnya adalah Turis bukan pebisnis dari Eropa Barat ( Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman) pada umumnya mereka ke Jakarta sebagai bagian tur mereka ke Yogya, Bromo, Kawah Ijen , Bali ( Kalau memungkinkan nyebrang main ke Timur Indonesia). Emang karena dasarnya mereka adalah heavy traveller, ekspektasi mereka sudah disesuaikan dengan kondisi Indonesia yang harus mereka turunkan standarnya. Rata-rata mereka dari negara Eropa Barat jago Bahasa Inggris (kecuali orang Prancis). Berhubung mereka dasarnya kebanyakan waktu, kalau lagi mati gaya dan ga ada agenda jalan-jalan mereka sering ke resepsionis buat ngobrol dan bagi pengalaman yang buat suasana kerja jadi lebih santai. Pas cek out seringkali kita ditingalin coklat atau cidera mata.

 

  1. Turis Malaysia / Brunei

Kalau tamu yang dari 2 negara serumpun ini selain berbahasa sama kaya kita, mereka juga biasanya orang yang doyan belanja banyak. Paling demen ke Tanah Abang, Thamrin City dan Mangga Dua borong berkarung-karung baju dan tentu aja ujung-ujungnya pas check out tiap-tiap staff kebagian dolar ups Ringgit.

 

  1. Tamu domestik dari Daerah ( Luar Pulau Jawa)

Ini dia tamu daerah yang biasanya kalau ke Jakarta karena ada tugas atau lagi jalan-jalan biasanya duitnya bejibun. Berhubung di daerah yang pada umumnya menginap di hotel adalah sesuatu yang mewah dan mereka punya banyak duit di daerah tapi ga tau harus ngabisin gimana caranya, alhasil sekali ke Jakarta atau ke Bali duit yang dikeluarkan bak air bocor. Bahkan kalau ngasip tips minimal 100.000 IDR. Beda banget sama tamu-tamu dari kota besar kaya Jakarta dan Surabaya yang kebanjiran gedung mewah dan mall raksasa. Apalagi tamu dari Indonesia Timur yang kalau bayar tagihan kebanyakan masih pakai uang tunai ketimbang kartu hutang ( baca:kartu kredit). Tamu dari daerah juga sangat penurut dan ga demanding, kalau bilang check out jam 12, yah jam 12 paling cepat mereka check out. Kalaupun mau late check out, mereka iya-iya aja bayar denda late check out. Adapun kalau bill menginap mereka masih ada sisa deposit pas awal ga diambil dan dikasih secara berjamaah buat kita. Oh iya, biasanya tamu daerah juga paling gampang buat kita bujuk ikut membership hotel tanpa banyak tanya, mereka senang aja kalau udah jadi bagian komunitas hotel jaringan besar dunia ( kita malah lebih senang, soalnya dapat komisi lagi dari coorporate). Lagian saya juga orang daerah, jadi tau gimana juga rasanya tinggal jauh dari Ibukota yang menjadi tanah impian buat ngabisin duit tapi nyari duitnya susah minta ampun.

 

  1. Tamu dari negara Indochina ( Laos, Vietnam, Myanmar dan Thailand)

Berhubung negara-negara Indochina banyak yang belum “semaju” Indonesia kecuali Thailand, biasanya mereka sangat excited sama Jakarta atau Bali yang keliatan pembangunannya menggeliat. Kalaupun ada komplain mereka biasanya juga ga mencak-mencak dan ngerocos 1000 kata dalam 1 menit kaya orang Asia Tenggara non Indochina yang jago Bahasa Inggris atau Melayu. Karena keterbatasan bahasa Inggris akhirnya mereka ga jadi komplain, sebenarnya saya suka orang komplain, tapi cara komplain memang menunjukan kualitas orang yang bersangkkutan. Upsss, jadi melenceng jauh. Adapun orang Thailand walaupun jarang muji-muji Jakarta atau Bali ( yah secara Bangkok lebih rapi dikit doang dari Jakarta dan harus diakui transportasi publik mereka juga lebih nyaman dari Jakarta, apalagi pariwisata mereka nomor yahudd di dunia, jadi mereka juga kurang terlalu mengagung-agungkan Bali). Tapi enak aja kalau lagi handle tamu dari Thailand dengan Bahasa Inggris yang lucu mereka, bisa dibayangkan datang-datang tamu Bapak-Bapak dengan kumis lebat dan muka buser tapi pas ngomong Bahasa Inggris suaranya tiba-tiba nyinden…,,

 

  1. Tamu orang luar dengan Istri atau Suami orang Indonesia

Kenapa tamu kawin silang ini masuk tipe tamu favorit saya? Berhubung mereka yang salah satunya adalah orang Indonesia awalnya, tapi karena faktor pernikahan campur yang mengharuskan mereka pindah kewarganegaraan dan tinggal lama di luar negeri. Jadilah kalau mereka balik ke Indonesia adalah ajang silahturahmi dan kangen-kangenan masa lalu mereka. Biasanya banyak orang Belanda dan Amerika yang kaya gini, bahkan si suami atau istri bule-nya jago ngomong bahasa Indonesia. Biasanya mereka yang memang well educated adalah orang-orang yang low profile. Ga pernah merasa derajat mereka lebih tinggi dari siapapun, bagi mereka semua manusia itu sederajat. Yang biasa merasa superior kan biasanya yang baru ketemu dan jalan dua kali sama bule yang ketemu di Jalan Jaksa yang sengak-sengak. Dan tentu aja dasar kitanya yang mengindap inferior complex, senang banget kalau ketemu orang asing yang bisa ngomong bahasa Indonesia. Tipikal orang asing beristri atau bersuami Indonesia jadi senang ngobrol sama kita-kita.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s