A Random Holiday at Penang

Penang, kota warisan budayanya Malaysia kali ini mengundang saya kembali berwisata lagi. Setelah 5 bulan vakum jalan-jalan karena lagi bangkrut mendadak. Akhirnya kali ini jalan dengan Kims dan Iis yang terhasut untuk trip bareng. Perjalanan kali ini tidak ada itenerary maupun riset apa-apa dan hanya bermodalkan memori kunjungan tahun lalu ke Penang saja. Udah gitu aja kita langsung berangkat.

Pesawat kita yang mestinya berangkat jam 6 direschedule menjadi jam 10 malam yang mengakibatkan kami terdampar mengenaskan di bandara sambil berghibah nostalgia tempat kerja bareng kita yang lama beserta gosip-gosip tamu dan staff ajaibnya. Perjalanan yang semestinya budget kali ini menjadi semakin budget dengan hadirnya 2 makhluk “jahanam” ini yang membuat sepanjang perjalanan kita bertiga menuju Malaysia penuh dosa ngomongin orang lain serta sponsor dari tamu-tamu loyal yang menginap di hotel tempat kerja lama kita.

Sesampai di KLIA2, jam sudah menunjukan jam 1 subuh dan kami masih dijemput naik sedan mewah menuju pusat kota KL, makan malam pun kita ditraktir. Keesokan paginya kalau kita kudu berangkat ke Penang, kali ini si Iis tidak bisa ikut ke Penang karena kudu nostalgia ketemu teman-teman kuliah  lama di KL. Berhubung kita sampai KL hari sudah subuh dan penerbangan kita ke Penang jam 12 siang, kami hanya sempat menginap di hotel beberapa jam doank sebagai tamu day use. Selesai sarapan di warung Kandar, saya dan Kims yang fotogenik berangkat menuju Penang. Penerbangan kita lancar tanpa ada hambatan apa-apa dengan seisi pesawat penuh dengan turis Timur Tengah. Sesampai di Penang kami langsung naik Bus 401E menuju Komtar seharga2,7 RM. Kejutan pada kunjungan sebelumnya dengan penumpang yang batuk-batuk dan dahakan di belakang kursi bus kita kali ini diganti dengan ABG-ABG alay yang menyetel lagu lagu Melayu lawas dengan speaker sekencang-kencangnya yang nyatanya cukup efektif membuat kita terjaga sepanjang perjalanan menuju George Town.

IMG-20160825-WA0002.jpg

Pasukan “mulut racun” kali ini sebagai tamu “day use”.

Hari kedua ini kami tidak ada rencana apa-apa, kami putuskan main ke Gurney dan kulineran. Dari Jalan Burma tempat menginapnya kita, dengan Rapid Penang no 101 kami turun di Gurney Paragon yang merupakan Highend mall di Penang buat nonton, selesai nonton, jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan saatnya kulineran di belakang mall yang bejejeran banyak Food Stall yang dibedakan masakan halal dan non. Cara bedainnya gampang koq, kalau yang jualnya kakak-kakak berwajah Melayu, sudah pasti itu makanan halal, dan sebaliknya yang area lainnya dipenuhi kuliner chinese food ala Hokkien.

IMG-20160727-WA0001

Tiket nonton di bioskop yang studionya seiiprit itu, dengan sound system yang sumbang, ditambah subtitlenya susah dicerna dalam bahasa Melayu dan Mandarin

Keesokan harinya adalah fullday activity kita, bangun-bangun jam 8 pagi, matahari baru mulai menampakkan wajahnya dan kita sudah bergegas ke arah Komtar buat nyari makanan halal yang berujung Cuma makan roti Milo dan roti sarden buat penganjal perut. Selepas sarapan akhirnya kita putuskan berangkat ke Bukit Bendera. Tiket masuk untuk turis untuk naik ke kereta miring (Funicular Train) ke puncak Bukit Bendera yang seharusnya seharga 30 Ringgit, berhasil saya tawar dengan harga 15 RM dengan menunjukan kartu Mahasiswa saya yang 2 tahun yang lalu yang mestinya sudah berubah fungsi menjadi kartu alumni. Tapi, yah sudahlah dimana ada celah diskon, masa dilewatin begitu aja. Sesampai di puncak Bukit Bendera yang sejuk, ternyata bejibun turis dari China yang membanjiri titik tertinggi Pulau Pinang ini. Pemandangan kota George Town terlihat jelas dari atas beserta dengan jembatan terpanjang di Asia Tenggara yang menghubungkan Pulau Pinang dengan Dataran Malaysia (Seberang Perai). Selepas mengunjungi Bukit Bendera (Penang Hills), kami lanjutkan naik Rapid Penang ke Kuil Kek Lok Si, tidak ada pungutan biaya apapun masuk ke sini, namun apabila hendak masuk ke Pagoda, kita di “palakin” tiket masuk seharga 2 RM dan apabila mau naik keatas patung Dewi Kuan Im, kita dikenakan biaya naik lift Funicular Elevator seharga 6 RM.  Saya yang biasanya jarang-jarang foto kali ini mendadak jadi artis foto gegara teman jalannya adalah Kims yang tiap 10 menit kudu mengabadikan foto. Tapi karena handphone si doi harga belasan juta, jadi fotonya pasti oke, apalagi yang bersangkutan jago moto. Jadilah saya kebagian gantengan dikit sekarang kalau foto. Hari yang panas dan melalahkan ini cukup membuat kami tewas dan harus kami putuskan buat balik kembali ke Komtar dan balik Hotel mandi dan melanjutkan ke Batu Feringgi. Si Iis masih di KL dan ketemu sama “donator” kita pas kerja di hotel yang merupakan bos pakaian yang rumahnya kalau kata Iis ada 7 kamar dan garasi mobilnya sebelas dua belas sama kaya garasi mobil sultan Brunei. Jalan-jalan kemana-mana disopirin, makan dibayarin sama di Ibu, eh malah dapat bungkusan oleh-oleh juga dari Bu Mar**s. aih, jadi pengen balik ke KL aja kalau gitu. Tapi the show must go on, saya dan Kims yang menuju Batu Feringgi buat nyari makan malam terjebak dalam pusaran turis Timur Tengah yang membanjiri kawasan ini. Resort-resort mewah bertebaran disini, kalau pantainya sendiri terlalu landai dan ombaknya ga berasa airnya juga biasa aja (hampir sama dengan pantai-pantai di Langkawi).

IMG-20160825-WA0001.jpg

Penang dari atas Kuil Kek Lok Si ( foto diambil dari lantai teratas pagoda)

InstagramCapture_6135d235-2b72-47cc-869d-5ba206690816.jpg

katanya sih ini GEMBOK CINTA(?), letaknya di Bukit Bendera (Penang Hill). #gagal fokus

Setelah proses VLOG-nya Kims kelar, kami cari makanan sepanjang jalan dan berakhir makan seafood disalah satu foodcourt dekat hotel Holliday Inn Resort. Rencana mau ngopi-ngopi mahal di hotel batal gegara ga ketemu Hard Rock Hotel dan berujung kita Cuma numpang foto depan hotel yang satu Group tempat kerja kita yang di Penang. Cekrek, 25 foto langsung diabadikan sama Kims buat nyirik-nyirikin temen-temen kerja di Jakarta. Berhubung hari sudah malam, kami balik lagi ke Hotel dan balik buat makan dan besok makan dan berangkat ke bandara ketemu Iis yang hidup mewah di KL.

Saya dan Kims sebelum ke Bandara, singgah bentar ke Queenbay Mall jam 10 yang nyatanya masih sepi dan kosong melompong, keluar masuk mall sampai capek, dan akhirnya kita Cuma sempat belanja oleh-oleh dengan saya borong 4 bungkus white coffee dan Kims borong 10 stoples coklat almond. Baju-baju polos dari brand Jepang yang lagi happening di Jakarta di sini cuma dijual 2/3 harga jual Jakarta doank. Kims borong satu  jacket yang sama kaya punya saya yang beli di Jakarta, tapi beda harga lumayan buat biaya menginap kita. Saya pun ga mau kalah borong beberapa polo shirt dan t shirt dengan harga miring. Dan  sesampainya di Bandara Penang, saya sempetin beli kue-kue pangang dengan isi daging cincang yang dijamin HARAM ini, sementara si Kims sibuk mengedit dan nyirik-nyirikan temen di Jakarta dengan posting foto liburan di media sosial.

Di bandara, tak disangka dan tak di nyana, saya ketemu tetangga saya di kampung yang pergi ke Penang berobat. Yah ampun, dunia sempit banget, dan saya habiskan buat ngobrol ngadol-ngindul sama tetangga saya dan teman baik mama saya di Kampung nih. Berhubung banyak oleh-oleh yang saya, saya akhirnya titipin ke tetangga ini buat di kasih ke orang rumah di Bangka. Eh sial, pas kita naik ke pesawat saya buru-buru dan lupa bawa oleh-oleh kue haram itu ke KL. Total kerugian ditaksir mencapai 100 Ringit. Harga yang harus dibayar gara-gara saya berbohong atas harga tiket masuk diskon mahasiswa di Bukit Bendera.  Tidak terasa, pesawat sudah mendarap di KLIA dan ketemu lagi sama Iis dan tamu kita buat sekedar sapa hai dan berujung ditraktir makan dan disudahi dengan gosip dosa sepanjang perjalanan balik Jakarta. See you Penang for next trip

InstagramCapture_3a3dfea4-7612-4f4b-84f3-b9db05b681c6

Tetangga di Bangka yang saya ketemui di Penang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s