Hotelier Story ; ” Ditodong Pistol The God Father”

Saya pernah ngalamin di”gampar” kecil-kecil sambil diancam kaya film-film gangster di film-film di depan lobi hotel sama tamu “preman” yang dikenal sebagai “The God Father” dari kalangan pejabat-pejabat pemerintah ini. Tamunya yang satu ini bahkan buta huruf dan ga bisa baca tulis. Tiap kunjungan selalu bawa istri yang gonta ganti. Kejadiannya jadi pas tamu ini datang sama keluarga istri ke-sekiannya beserta dengan anak (lebih tepatnya disebut cucu mengingat usia tamu ini). Minta kunci kamar dan saya minta si tamu tanda tangan formulir kedatangan yang sudah disiapkan sebagai bagian dari prosedur tamu menginap di hotel. Saya waktu itu ga tau kalau si tamu ini ga bisa baca tulis. Hanya karena tanda tangan, saya di diambekin dan diancam ditunggu di luar hotel buat di “DORRRR”. Saya sudah minta maaf (walaupun bukan salah saya), berkali-kali, saya tetep diteror sama itu orang mau ngirimin anak buahnya “NGABISIN” saya.

 

Si God Father ini malah komplen sana-sini ke manager hotel, akhirnya saya di hadepin lagi buat minta maaf ke tamunya sekali lagi di lounge sama keluarganya (walupun saya ga tau salah saya apa) didampingi Guest Service Manager saya. Kasus selesai ….

 

Eh, seminggu kemudian, sang God Father, datang lagi menginap sambil melobi pejabat negara dari kementerian XXX dan membawa keluarga yang sama juga. Si God Father, pas lewat lobi masih meliat saya dengan raut muka dan ekspresi intimidatif . Dan selang setengah jam kemudian, si God Father panggil lagi Guest Service Manager hotel lagi buat minta saya minta maaf lagi. Saya udah males banget pas itu karena ini tamu mestinya sudah diblack list  sebagai tamu hotel karena meneror karyawan, tapi karena pikir saya toh saya juga udah minta maaf baik-baik didepan keluarganya minggu lalu. Nah kali ini, sebagai syarat terakhir saya sampaikan ke pihak menejemen kalau saya disuruh minta maaf lagi buat kesalahan yang bukan salah saya, saya mendingan mundur dari properti ini ketimbang harus mempertahankan tamu yang mestinya sudah diblack list.

 

Saya ditemenin lagi sama guest manager untuk kedua kalinya minta maaf lagi ke God Father persis di tengah tengah lobi, si tamu ini mau megang kepala saya dan saya tepis halus dengan tangan, karena sudah main fisik, kemudian tamu ini “gampar” kecil di pipi saya sambil mengeluarkan kalimat initimidatif dan bernada SARA. Sialan, saya naik darah. Tapi demi kelangsungan hidup hotel, saya tahan emosi yang sudah sampai ubun-ubun hanya karena gengsi tamu yang saya ga tau kalau beliau dia buta huruf dan melakukan proses registrasi tidak sesuai dengan prosedur penerimaan tamu dimanapun didunia. Selesai minta maaf dengan kepala panas, saya balik ke back office, dan maki-maki sekesal-kesalnya. Huft, sampai akhir  sebagai penyelesaian akhir, saya harus main umpet-umpetan kalau tamu ini datang check in lagi.

 

Disisi lain, tamu ini loyalnya minta ampun sama karyawan wanita, tiap kunjungan selalu bawa sekeranjang buah mangga manis, nasi padang berbungkus-bungkus, dan segala jenis makanan yang lumayan mengganjal perut kalau laper yang selalu dibawa ke back office sama karyawan wanita yang lain buat dimakan bareng. Karena diliputi rasa kesal yang tak terobati, saya jadi ikut-ikutan mengharamkan makanan sumbangan dari dia. Tapi seringkali kata perut berkata lain ga bisa nahan godaan nasi padang.  Akhirnya hubungan kita berakhir dengan antiklimak dengan saya pindah kerja di properti lain. Akhir nya pas hari-hari terakhir sebelum saya pindah tempat kerja baru, ada kabar bahwa sang God Father sudah di black list dibeberapa hotel berbintang di Jakarta karena kelakuannya. Huffff. Oh iya, satu lagi rahasia kamar favorit sang God Father, kamar favoritnya kalau nginap adalah wajib disediakan gayung buat mandi di bathtub  dan wajib menyingkirkan semua tanaman hias didalam kamar. Dan kamar favorit dia hanya kamar dengan nomor genap menghadap ke jalan utama persis didepan lift. #huffffff

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s